Tekanan Darah Tinggi Pada Anak

Tekanan Darah Tinggi Pada Anak,- Hipertensi ataupun tekanan darah tinggi adalah masalah kesehatan yang sudah umum didengar masyarakat luas, apalagi masalah yang satu ini bisa menyebabkan kematian.

Tahukah anda semua bahwa hipertensi ini tdak hanya diderita oleh orang dewasa, utamanya laki-laki, melainkan juga anak-anak serta perempuan.

Meski demikian, sampai saat ini pengetahuan masyarakat dan petugas kesehatan di Seluruh Indonesia mengenai tekanan darah tinggi masih rendah, ditandai dengan tingginya jumlah kasus hipertensi yang tidak terdiagnosa serta tidak mendapatkan terapi.

Terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi pada dewasa sebagian besar terjadi akibat tidak dilakukannya deteksi dini pada saat anak-anak.

Deteksi dini pada saat anak-anak sangat penting untuk mencegah terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi) pada masa dewasa.

Prevalensi hipertensi pada anak yaitu 1 – 2%. Pada saat ini sudah terlihat adanya peningkatan, karena bertambahnya kasus obesitas pada anak serta aktivitas gerak anak berkurang akibat banyak bermain gadget ataupun menonton TV.

Penyebab lain yaitu asupan makanan anak-anak yang tinggi garam, serta minuman berkafein dan beralkohol.

Baca Juga : Tips Mengobati Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat

Bukan hanya itu saja, kebiasaan merokok pada usia dini, stres mental, serta kurang tidur pada anak bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Anak dengan risiko tekanan darah tinggi berpotensi 4X lebih besar mengidap hipertensi serta masalah kardiovaskuler pada dewasanya, apabila dibandingkan dengan anak normal.

Bayi yang baru lahir juga bisa mengalami tekanan darah tinggi akibat renal artery thrombosis (gumpalan darah di ginjal).

Pada anak-anak tekanan darah tinggi disebabkan oleh kelainan sekunder, yaitu kelainan ginjal di jaringan (78%), kelainan endokrin seperti hipertiroid, hiperaldosterone, atau conn’s syndrome, dll (12%), obat-obatan, dan penyempitan pembuluh darah aorta.

Pada usia dewasa muda, tekanan darah tinggi disebabkanoleh kelainan esensial atau primer, seperti faktor keturunan dan gaya hidup tidak sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *